Bogor
– Momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi refleksi perjalanan panjang
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam mengabdi kepada
bangsa dan negara. Selama delapan dekade, Polri terus bertransformasi
menjadi institusi yang profesional, modern, dan adaptif dengan tetap
menjadikan masyarakat sebagai orientasi utama dalam setiap pelaksanaan
tugas.
Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat
(Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko di
sela-sela Upacara Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Lapangan
Satlat Korbrimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7).
Brigjen
Pol. Trunoyudo mengatakan, usia ke-80 Polri memiliki makna historis,
konstitusional, dan institusional yang menunjukkan perjalanan panjang
Polri tumbuh bersama rakyat.
“Hari Bhayangkara ke-80 merupakan
perjalanan yang sangat panjang. Ada pendekatan historis, konstitusional,
dan institusional yang menunjukkan bagaimana Polri terus berkembang
bersama rakyat. Makna dari semua itu adalah bahwa Polri benar-benar
untuk masyarakat,” ujar Trunoyudo.
Menurutnya, sebagaimana amanat
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Polri
memiliki tugas sebagai pemelihara keamanan dan ketertiban masyarakat,
pelindung, pengayom, pelayan masyarakat, serta penegak hukum. Karena
itu, keamanan menjadi fondasi utama bagi keberlangsungan pembangunan
nasional.
“Presiden juga menyampaikan bahwa keamanan merupakan
modal utama pembangunan, baik dalam konteks sosial, ekonomi, maupun
program pembangunan pemerintah. Oleh karena itu, Polri akan selalu
berada di tengah-tengah masyarakat, melindungi ketika masyarakat
membutuhkan perlindungan, melayani, membantu, serta melakukan penegakan
hukum dalam rangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat,”
jelasnya.
Ia menambahkan, semangat “Polri untuk Masyarakat” tidak
hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga
melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan yang telah digelar sejak
rangkaian Bulan Bakti Bhayangkara.
“Makna Bulan Bakti Bhayangkara
adalah Polri hadir di tengah masyarakat. Berbagai kegiatan seperti
bakti kesehatan, bakti sosial, pasar murah, bazar UMKM, hingga
program-program sosial lainnya menunjukkan bahwa Polri hadir ketika
masyarakat membutuhkan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut,
Trunoyudo juga menegaskan bahwa transformasi Polri terus berjalan secara
berkelanjutan melalui empat bidang utama yang digagas Kapolri Jenderal
Polisi Listyo Sigit Prabowo yakni transformasi operasional, organisasi,
pelayanan publik, dan pengawasan. Transformasi tersebut diperkuat
melalui digitalisasi layanan seperti Super Apps Polri, layanan darurat
Polisi 110, hingga penguatan respons cepat terhadap pengaduan
masyarakat.
Selain memperkuat pelayanan publik, Polri juga terus
mendukung berbagai program strategis nasional, seperti ketahanan pangan,
pemenuhan gizi bagi anak-anak, peningkatan kualitas pendidikan melalui
Yayasan Kemala Bhayangkari, serta penguatan kerja sama internasional
dalam penanganan kejahatan transnasional.
Menurut Trunoyudo,
seluruh upaya tersebut bermuara pada satu tujuan, yakni meningkatkan
kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
“Kapolri selalu
menegaskan bahwa Polri adalah bagian dari masyarakat dan Polri untuk
masyarakat. Walaupun Polri dituntut semakin modern dan adaptif,
hakikatnya Polri harus tetap berada di tengah-tengah masyarakat.
Integritas dan prestasi Polri diukur dari kepercayaan publik. Oleh
karena itu, Polri akan terus meningkatkan profesionalisme, kualitas
sumber daya manusia, serta berpegang teguh pada nilai-nilai Tribrata dan
Catur Prasetya sebagai kompas moral setiap insan Bhayangkara,”
tutupnya.
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi penegasan
komitmen Polri untuk terus bertransformasi dan memperkuat sinergi dengan
seluruh elemen bangsa, sehingga mampu menghadirkan rasa aman,
memberikan pelayanan terbaik, serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas
2045.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar