Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri)
bersama Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memperkuat kerja
sama lintas negara dalam upaya melindungi jemaah haji Indonesia, melalui
rencana penugasan personel Polri di Arab Saudi.
Langkah
strategis tersebut dibahas dalam audiensi antara Wakapolri, Komjen Pol.
Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., dan Wakil Menteri
Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, di Lobby Utama Lantai 1
Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Pertemuan ini
menandai penguatan sinergi lintas sektor sekaligus perluasan peran Polri
tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga hingga ke wilayah Arab Saudi
sebagai pusat pelaksanaan ibadah haji.
Wakil Menteri Haji dan
Umrah RI menyampaikan bahwa kompleksitas penanganan kasus haji ilegal
kini semakin berkembang, termasuk yang melibatkan warga negara Indonesia
di luar negeri. Oleh karena itu, diperlukan keterlibatan aktif aparat
penegak hukum Indonesia dalam mendukung koordinasi dengan otoritas
setempat.
“Kami memandang perlu adanya penguatan peran Polri
secara teknis di Arab Saudi, agar komunikasi dan penanganan kasus dapat
berjalan lebih efektif, khususnya dalam melindungi jemaah dari praktik
penipuan dan pelanggaran hukum,” ujar Dahnil.
Ia mengungkapkan
bahwa saat ini terdapat kasus yang tengah ditangani oleh otoritas Arab
Saudi, termasuk penangkapan tiga warga negara Indonesia yang diduga
terlibat dalam pemalsuan dan distribusi dokumen haji ilegal.
Kondisi
tersebut menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam memberikan
pendampingan hukum serta memastikan perlindungan terhadap WNI yang
berhadapan dengan hukum di luar negeri.
Selain itu, pemerintah
juga tengah mempersiapkan pelibatan unsur Polri dalam struktur Amirul
Hajj secara lebih formal pada penyelenggaraan haji mendatang. Untuk
tahun ini, Wakapolri direncanakan akan turut mendampingi Amirul Hajj
Indonesia di Arab Saudi guna memperkuat aspek keamanan dan keselamatan
jemaah.
Menanggapi hal tersebut, Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr.
Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. menegaskan kesiapan Polri dalam
memperkuat dukungan operasional dan koordinasi internasional.
“Polri
siap mendukung penuh langkah pemerintah, termasuk memperkuat kerja sama
dengan otoritas keamanan Arab Saudi, baik dalam upaya pencegahan maupun
penegakan hukum terhadap pelanggaran yang merugikan jemaah Indonesia,”
tegas Wakapolri.
Ia menambahkan bahwa kehadiran personel Polri di
Arab Saudi akan menjadi bagian penting dalam memastikan perlindungan
menyeluruh bagi jemaah, mulai dari proses keberangkatan hingga
pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
Sementara itu, sinergi lintas
kementerian dan lembaga melalui Satgas Penanganan Haji dan Umrah Ilegal
juga terus diperkuat guna menekan praktik penyelenggaraan haji ilegal di
dalam negeri.
Polri menegaskan komitmennya untuk terus hadir
melindungi masyarakat melalui penguatan kerja sama nasional dan
internasional, sebagai bagian dari upaya negara memberikan pelayanan dan
perlindungan terbaik kepada masyarakat.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar