Ngawi,
Jagat media sosial dan grup percakapan WhatsApp warga Ngawi baru-baru
ini digemparkan oleh peredaran foto dan pesan berantai mengenai teror
"pocong jadi-jadian".
Dalam pesan berantai tersebut, pelaku
disebut menggunakan kostum pocong dan membawa senjata tajam untuk
melancarkan aksi kejahatan pada dini hari di wilayah Kecamatan Geneng,
Gerih, hingga Ngawi Kota.
Kasi Humas Polres Ngawi Iptu Dian
Ambarwati mengatakan bahwa kabar berantai itu tidak benar. Hal itu
dipastikan setelah petugas kepolisian melakukan penelusuran dan
verifikasi faktual. Setelah dilakukan pengecekan secara mendalam di
lokasi-lokasi yang disebutkan, kabar tentang adanya komplotan begal
berkafan tersebut dipastikan tidak benar.
"Kami sudah menerjunkan
tim untuk mengecek langsung ke lapangan. Kami pastikan bahwa kabar
mengenai teror pocong jadi-jadian bersenjata tajam yang beredar di media
sosial tersebut adalah berita bohong atau hoaks," tegas Dian, sapaan
akrabnya.
Sebelumnya, sebaran informasi yang membuat warga waswas
itu menarasikan adanya tiga orang pelaku yang beroperasi menggunakan
sepeda motor Honda Scoopy antara pukul 00.00 hingga 02.00. Satu pelaku
bertugas mengenakan kostum pocong untuk mengintai rumah warga, sementara
dua lainnya bersiaga di atas motor sembari membawa senjata tajam jenis
golok dan celurit. Meski telah memastikan bahwa isu spesifik mengenai
"pocong begal" tersebut adalah hoaks, Dian mengimbau masyarakat untuk
tidak mengendurkan kewaspadaan mereka.
Pihak kepolisian meminta
warga tetap selektif dalam mencerna informasi dan menjaga situasi
kamtibmas di lingkungan masing-masing agar tetap kondusif.
"Kami
menghimbau masyarakat untuk tetap waspada. Khususnya saat keluar pada
malam hari, sebab tindakan kejahatan bisa terjadi kapan saja dan di mana
saja jika ada kesempatan," pungkasnya, saat dikonfirmasi media Sabtu
(30/5/2026)
Pihak Polres Ngawi juga menambahkan agar warga segera
melaporkan ke Polsek terdekat atau melalui nomor layanan pengaduan
kepolisian 110 jika menemui aktivitas mencurigakan atau orang asing yang
gerak-geriknya mengindikasikan tindakan kriminalitas di wilayah mereka.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar