Jakarta
- Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Negara Republik
Indonesia (Polri) menggelar Upacara Penyucian Panji Rastra Sewakottama
di Ruang Rapat Utama Mabes Polri, Jakarta, Kamis (25/6/2026). Upacara
tersebut dipimpin langsung oleh Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit
Prabowo, sebagai bentuk pemuliaan sekaligus peneguhan kembali
nilai-nilai luhur Tribrata yang menjadi pedoman hidup dan landasan
pengabdian seluruh insan Bhayangkara.
Prosesi penyucian Panji
Rastra Sewakottama berlangsung khidmat dan sarat makna. Dalam rangkaian
tersebut, Kapolri melaksanakan tiga tahapan simbolis. Tahap pertama
berupa pembersihan panji menggunakan sikat, yang dimaknai sebagai upaya
membersihkan segala kekurangan dan tekad untuk terus melakukan perbaikan
dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada
masyarakat.
Pada tahap kedua, Kapolri memercikkan air yang
berasal dari sumber mata air di 34 wilayah di Indonesia yang telah
disatukan di Jakarta. Prosesi ini melambangkan persatuan, kebersamaan,
dan semangat pengabdian seluruh jajaran kepolisian dari Sabang hingga
Merauke dalam mengemban tugas menjaga keamanan dan ketertiban
masyarakat.
Tahap terakhir dilakukan dengan pemberian wewangian
pada Panji Rastra Sewakottama. Simbol ini dimaknai sebagai harapan agar
setiap pengabdian Polri senantiasa mengharumkan nama institusi serta
semakin dicintai dan dipercaya oleh masyarakat.
Setelah rangkaian
penyucian selesai dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan doa dan
zikir bersama sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,
sekaligus memohon kekuatan, keselamatan, dan perlindungan dalam
pelaksanaan tugas-tugas pengabdian Polri kepada masyarakat, bangsa, dan
negara.
Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu
Andiko, mengatakan bahwa upacara penyucian Panji Rastra Sewakottama
bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan momentum refleksi bagi
seluruh anggota Polri untuk terus memperkuat komitmen pengabdian kepada
masyarakat.
“Upacara penyucian Panji Rastra Sewakottama ini
merupakan simbol peneguhan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya yang
menjadi jiwa setiap insan Bhayangkara. Melalui momentum Hari Bhayangkara
ke-80, Polri ingin memastikan bahwa semangat pengabdian, persatuan,
serta komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terus
terjaga dan semakin kuat,” ujar Trunoyudo kepada wartawan di Jakarta,
Kamis (25/6/2026).
Ia menambahkan, semangat yang terkandung dalam
prosesi penyucian tersebut menjadi pengingat bahwa Polri harus terus
berbenah, memperkuat soliditas, dan menjaga kepercayaan publik melalui
kerja-kerja yang profesional, modern, dan humanis.
“Makna dari
setiap tahapan penyucian ini adalah ajakan bagi seluruh personel Polri
untuk selalu melakukan evaluasi, memperbaiki diri, serta menjaga marwah
institusi. Harapannya, Polri semakin presisi dalam menjalankan tugas
sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” lanjutnya.
Melalui
internalisasi nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Panji Rastra
Sewakottama, Polri menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai
institusi yang profesional, modern, terpercaya, serta semakin dekat
dengan masyarakat dalam semangat Hari Bhayangkara ke-80.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar