TANJUNG
PERAK - Guna mendukung dan mensukseskan Program Ketahanan Pangan Polda
Jawa Timur, Polres Pelabuhan Tanjungperak mengambil langkah cepat dengan
mengoptimalisasi lahan pertanian di wilayah hukumnya.
Melalui
personel penggerak ketahanan pangan Polsek Kenjeran, kepolisian
bersinergi dengan lintas instansi untuk mengolah lahan jagung siap tanam
di Kelurahan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran.
Aksi nyata ini
dilakukan dengan menggandeng Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Pertanian
Kota Surabaya, Kelompok Tani (Poktan) Nandur Makmur, serta berkoordinasi
langsung dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Surabaya.
Untuk memaksimalkan proses penggemburan dan penataan tanah, satu unit alat berat berupa ekskavator didatangkan ke lokasi.
Penggunaan
alat berat ini dinilai krusial agar struktur tanah lebih ideal,
sehingga bibit jagung yang akan ditanam dapat tumbuh optimal dan
menghasilkan panen yang melimpah.
Kasi Humas Polres Pelabuhan
Tanjungperak, Iptu Suroto, menjelaskan bahwa pengolahan lahan kembali
ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjaga stabilitas dan
kemandirian pangan, khususnya di wilayah perkotaan.
"Pengolahan
lahan kembali ini kami lakukan secara totalitas. Dengan sinergi bersama
PPL, Dinas PU, dan Poktan Nandur Makmur, kita ingin memastikan tanah ini
benar-benar siap dan subur sebelum bibit jagung ditanam," ujar Iptu
Suroto, Rabu (10/6/26).
Iptu Suroto menerangkan, kehadiran
ekskavator di lapangan adalah bentuk percepatan agar target tanam dan
kualitas panen nantinya bisa maksimal.
Program ini diharapkan
mampu menjadi motor penggerak ekonomi bagi kelompok tani lokal serta
memperkuat ketersediaan pangan di Kota Surabaya, sejalan dengan visi
besar Program Ketahanan Pangan yang diinisiasi oleh Polda Jatim.
.jpeg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar