NGAWI-
Polres Ngawi Polda Jatim mengadakan rapat koordinasi dengan stakeholder
Kab. Ngawi di Ruang Guyub Polres Ngawi, pada Kamis (4/7/2024)
Kapolres
Ngawi AKBP Argowiyono, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Wakapolres
mengatakan bahwa rapat koordinasi tersebut untuk melakukan pengamanan
kegiatan masyarakat menjelang 1 Suro yang jatuh pada Minggu (7/7/2024)
dan selama bulan Muharam tahun 2024
"Kegiatan 1 Muharam menjadi atensi dari Polri," kata Wakapolres Ngawi Kompol Achmad Robial, S.E., S.I.K., kemarin (4/7).
Robi, sapaan akrab Wakapolres Ngawi tersebut juga mengatakan ada beberapa hal yang menjadi atensi.
Salah
satunya adalah konfoi kendaraan. Apalagi kendaraan roda dua yang tidak
sesuai speksifikasi. Mulai dari penggunaan knalpot brong dan tidak
menggunakan helm. Dia mengatakan jika ada konvoi kendaraan roda dua yang
tidak sesuai, akan langsung ditindak tegas dengan tilang.
"Kita
butuh bantuan dari instansi terkait untuk melakukan pengamanan,
pentingnya sinergitas untuk menjaga keamanan wilayah Ngawi," terangnya.
Hasil dari rapat koordinasi itu, perguruan pencak silat dan polsek akan memetakan daerah rawan. Guna dilakukan pembinaan.
Polres
Ngawi juga akan gencar sosialisasi ancaman hukuman terkait pelanggaran
perguruan silat. Sebab penegakan hukum merupakan solusi terakhir
terhadap anggota perguruan yang melanggar. "Kita kawal agar kegiatan
Suroan nanti, dapat berjalan dengan aman dan lancar," terangnya.
Wakil
Bupati Ngawi sekaligus Ketua IPSI Ngawi Dwi Rianto Jatmiko berharap
kegiatan suroan nanti dapat berjalan dengan aman dan lancar.
Dia
mengatakan bahwa menjaga kondisi aman selama Suroan tidak hanya beban
pihak kepolisian dan TNI. Namub menjadi tanggung jawab semua.
"Minimal dari pelatih sudah memberi himbauan kepada siswanya untuk tetap menjaga kondusifitas di Wilayah Ngawi," ungkapnya.
Dia
mengatakan bahwa yang perlu diwaspadai unggahan di sosial media.
Menurutnya gesekan antar perguruan tinggi salah satunya akibat gesekan
antar perguruan di sosial media. Unggahan provokatif perlu dihindari.
Karena 80 persen gesekan yang terjadi, dipicu melalui unggahan media
sosial.
"Kita juga memerintahkan Diskominfo untuk ikut pengawasan melalui sosial media," terangnya. (*)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar