MOJOKERTO
— Fajar baru saja menyingsing saat 247 pasang mata menatap Lapangan
Catur Prasetya, Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jatim, di Kecamatan
Bangsal, Kabupaten Mojokerto.
Keriuhan pagi itu diawali dari derap langkah dan napas teratur para peserta didik Diktukba Polri T.A. 2025.
Mereka
tengah menghadapi tantangan perdana, yakni tes kesamaptaan jasmani
(TKJ) tahap I, sebagai gerbang awal yang menguji fisik dan mental.
Kegiatan
ini tak luput dari pantauan langsung jajaran pimpinan SPN Polda Jatim,
termasuk Waka SPN Polda Jatim, AKBP Dody Indra Eka Putra, S.I.K., M.H.
dan Kakorsis SPN Polda Jatim, AKBP Agung Setyono, S.S., M.H.
Selain
itu, para instruktur/tenaga pendidik kesamaptaan jasmani dan pengasuh
siswa juga turut hadir, memastikan setiap tahapan tes berjalan dengan
standar yang ditetapkan.
Suasana antusiasme dari peserta didik
Diktukba Polri itu begitu terasa. Dari lari, push-up, sit-up, hingga
shuttle run, setiap gerakan diawasi ketat.
Namun, di antara
serangkaian tes yang menguras tenaga, ada satu momen yang menarik
perhatian, khususnya saat sesi pull-up dan push-up.
Banyak
peserta didik yang menunjukkan rasa penasaran dan antusiasme tinggi
untuk mempelajari teknik yang benar demi mendapatkan hasil yang
maksimal.
Di sinilah peran para pendidik dan pengasuh terlihat.
Dengan sabar, seorang instruktur mendekat, tidak hanya memerintahkan,
melainkan juga mencontohkan.
Ia mempraktikkan gerakan pull-up
yang benar, menjelaskan secara detail dari posisi tangan, cara
mengayunkan badan, hingga pentingnya fokus pada kekuatan otot, bukan
sekadar memaksakan diri.
Wajah-wajah tegang para peserta didik berangsur berubah, dari bingung menjadi lebih fokus dan memahami.
Momen
ini menjadi bukti nyata bahwa SPN Polda Jatim bukan hanya tempat untuk
menguji, melainkan juga tempat untuk mendidik dan memotivasi.
Kepala
SPN Polda Jatim, Kombes Pol Agus Wibowo, S.I.K., menegaskan bahwa
kegiatan ini memiliki makna lebih dalam dari sekadar pengukuran fisik.
Kombes
Pol Agus menyebut tes kesamaptaan jasmani ini bukan sekadar mengukur
seberapa kuat mereka,namun ini adalah fondasi awal pembentukan karakter.
"Kami menerapkan konsep 'Edu-Lead', di mana kami mendidik sambil menghadirkan role model, " ujar Kombes Pol Agus Wibowo.
Kepala
SPN Polda Jatim ini mengatakan tujuannya Edu -Lead itu adalah
menanamkan pelajaran berharga tentang disiplin, ketelitian, dan
mentalitas pantang menyerah sejak dini sebagai anggota Polri.
"Kami
menyadari para siswa adalah calon-calon Bhayangkara yang baru memulai,
sehingga pendekatan edukatif menjadi kunci." ungkap Kombespol Agus
Wibowo
Momen di Lapangan Catur Prasetya itu menjadi cerminan
bahwa menjadi seorang anggota Polri bukan hanya soal kesiapan fisik yang
prima, melainkan juga soal integritas, semangat belajar, dan mentalitas
pantang menyerah yang dibangun sejak dini.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar